Benarkah Semua Pemeriksaan Laboratorium Ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Benarkah Semua Pemeriksaan Laboratorium Ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Benarkah Semua Pemeriksaan Laboratorium Ditanggung oleh BPJS Kesehatan? - BPJS Kesehatan merupakan jaminan kesehatan yang menggunakan prinsip gotong-royong, dimana dana yang terkumpul dari iuran-iuran bulanan oleh para peserta BPJS Kesehatan akan digunakan bagi mereka yang membutuhkan pengobatan.

Benarkah Semua Pemeriksaan Laboratorium Ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Jaminan ini juga menyediakan bebagai fasilitas dan manfaat bagi masyarakat, seperti pelayanan obat, pelayanan rawat jalan maupun rawat inap, konsultasi medis, pemeriksaan laboratorium, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Sistem Rujukan BPJS Kesehatan Terbaru 2018

Perlu diketahui, tidak semua layanan kesehatan dapat ditanggung oleh BPJS. Nah, terkait hal tersebut, berikut ini kami akan bahas mengenai layanan pemeriksaan laboratorium apa saja yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Nah, berikut penjelasan selengkapnya.

Pemeriksaan Laboratorium yang Ditanggung oleh BPJS Kesehatan


1. Pada Faskes Tingkat I

Untuk fasilitas pemeriksaan laboratorium pada faskes tingkat I yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan antara lain :

  • Pemeriksaan darah sederhana, seperti hemoglobin, trombosit, leukosit, malaria, golongan darah, dan sebagainya
  • Pemeriksaan urin sederhana, seperti kejernihan, warna, PH, dan lain-lain
  • Pemeriksaan fases sederhana seperti cacingan
  • Pemeriksaan gula darah sewaktu


Diluar empat kategori di atas, pemeriksaan laboratorium tidak ditanggung BPJS. Apabila pada faskes I (Puskesmas) terdapat fasilitas laboratorium, tetapi fasilitas tersebut tidak termasuk dalam tanggungan BPJS, maka peserta yang melakukan pemeriksaan laboratorium akan dipungut biaya. Termasuk apabila pemeriksaan laboratorium tersebut dilakukan atas permintaan pribadi peserta/pasien dan bukan atas rujukan atau saran dari doker langsung.

2. Pada Faskes Tingkat Lanjut

Pemerikasaan laboratorium pada faskes tingkat lanjut (rumah sakit) dapat ditanggung oleh BPJS asalkan terdapat surat rujukan dari faskes tingkat I yang ditujukan kepada poli tertentu. Nah, dokter spesialis dari poli tersebutlah yang akan menentukan apakah pasien memerlukan pemeriksaan laboratorium atau tidak.

Jika dirasa perlu melakukan pemeriksaan laboratorium, dokter akan membuatkan surat pengantarnya dan pasien dapat melakukan pemeriksaan laboratorium di rumah sakit tersebut. Kemudian, hasil dari pemeriksaan diserahkan kepada dokter yang bersangkutan untuk dianalisis penyakit dan penanganan nya. Dalam kasus yang seperti ini, pemeriksaan laboratorium sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Dengan catatan, rumah sakit tersebut memang memiliki peralatan yang memadai untuk melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan yang dibutuhkan.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya pernah melakukan dua kali pemeriksaan laboratorium, yang pertama adalah rontgen paru-paru dan yang kedua adalah tes dahak. Pemeriksaan tersebut dilakukan atas saran dokter untuk mengetahui dan memastikan penyakit saya, dan selama proses pemeriksaan tersebut, saya sama sekali tidak dipungut biaya, bahkan obat yang saya terima juga gratis.

3. Pada Pasien yang Rujuk Balik

Jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kepastian terhadap suatu penyakit, maka pasien memerlukan perawatan maupun terapi dalam kurun waktu tertentu. Nah, dalam proses penyembuhan ini biasanya pasien akan melakukan rujuk balik dan kadang kala membutuhkan pemeriksaan lab ulang. Dalam kasus rujuk balik (kontrol), pasien dapat melakukan pemeriksaan ulang di faskes tingkat I yang ditunjuknya dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung BPJS.

Dalam kasus saya, setiap 2 bulan sekali saya harus melakukan pemeriksaan laboratorium berupa tes dahak untuk mengetahui perkembangan penyembuhan yang saya jalani, dan terbukti pemeriksaan tersebut sepenuhnya ditanggung BPJS.

Kesimpulan:

BPJS akan menanggung seluruh biaya pemeriksaan laboratorium jika :

  1. Pemeriksaan laboratorium dilakukan apabila benar-benar diperlukan dan atas saran dokter
  2. Peralatan laboratorium memadai dan terdaftar dalam tanggungan BPJS


Nah, itulah penjelasan panjang lebar terkait jawaban dari pertanyaan apakah semua pemeriksaan laboratorium ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sudah paham ya sekarang.


Belum ada Komentar untuk "Benarkah Semua Pemeriksaan Laboratorium Ditanggung oleh BPJS Kesehatan?"

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai topik blog, dilarang berkomentar diluar topik atau mengandung unsur Sara, ujaran kebencian , po*ngr4fi atau tidak Senonoh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel