Ketahui Cara Kerja Analisis Perbankan Dalam Menilai Permohonan Kredit
Ketahui Cara Kerja Analisis Perbankan Dalam Menilai Permohonan Kredit

Ketahui Cara Kerja Analisis Perbankan Dalam Menilai Permohonan Kredit! Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan manyalurkan nya kepada masyarakat dalam bentuk kredit, pinjaman dan dalam banyak bentuk lainnya. Berbicara mengenai kredit, tentu tidak lepas dari tujuan dari perbankan sendiri yaitu penyaluran dana atau system tarik ulur untuk mengelola dana bank.

Meskipun sasaran utamanya adalah masyarakat dalam hal ini, namun tidak semua permohonan pengajuan kredit diterima oleh pihak perbankan. Pihak yang menentukan disetujui atau tidaknya itu adalah bagian analisis kredit perbankan.

Perlu anda ketahui bahwa banyak faktor yang dipertimbangkan oleh analisis kredit perbankan sebelum memberikan perstujuan terhadap permohonan kredit yang ada. Pihak perbankan sendiri  memiliki format dan metode standar yang harus dipenuhi secara tertulis oleh para debitur.

Pahami Kriteria 5C Yang Di Tetapkan Perbankan Dalam Proses Persetujuan Kredit


Salah satu cara kerja para analisis kredit perbankan adalah dengan menerapkan prinsip 5C dalam mengambil suatu keputusan permohonan kredit, berikit adalah detail analisa 5C :

1.Capital (modal debitur)


Analisa ini lebih ke arah aset apa saja yang dimiliki oleh si pemohon kredit. Aset ini bisa dilihat dari lajur perusahaan calon debitur atau dari hasil survey kekayaan yang dimiliki oleh calon debitur. Pada prinsipnya pihak bank tidak akan membiayai seorang calon debitur yang tidak punya modal sendiri atau memiliki kekayaan yang minim untuk dibuat jaminan.

2. Condition (kondisi debitur)


Analisis ini melihat kapada aspek yang ada, yaitu analisis variable makro. Variable makro sendiri melingkupi perusahaan baik itu variabel regional, nasional maupun internasional. Namun varibel utama yang penting adalah variabel ekonomi dari debitur.

3. Character (watak debitur)


Untuk mendapatkan informasi terkait Karakter pemohon kredit atau debitur, analisis kredit perbankan dapat memperoleh datanya dengan cara mengumpulkan informasi. Informasi tersebut bisa di dapat dari nasabah dan bank-bank lain tentang kejujuran, pergaulan, perilaku, dan ketaatannya dalam melakukan transaksi. Anda juga bisa mengeceknya di riwayat kredit di Bank Indonesia. Karakter ini penting untuk diketahui karena pertanggung jawaban untuk melunasi itu wajib hukumnya.

4. Capacity (kemampuan debitur)


Analisa kemampuan calon debitur bisa dilakukan dengan melihat penghasilan debitur setiap bulannya. Seorang analis kredit perbankan harus bisa memastikan si debitur memiliki sumber penghasilan yangmencukupi untuk membayar kewajibannya sesuai jangka waktu yang telah disepakati.

5. Collateral (jaminan debitur)


Jaminan adalah solusi terakhir untuk menuturp resiko kredit jika debitur tidak mampu untuk melunasinya. Biasanya pihak perbankan hanya berani memberikan batasan pinjaman maksimal 75% dari nilai tranksasi jaminan kredit yang diberikan oleh debitur.

Proses permohonan kredit bisa diajukan secara tertulis dengan mengisi formulir dan melengkapi berkas yang dibutuhkan sesuai syarat yang telah ditentukan. Berkas yang ada harus lengkap, benar dan akurat.  Dalam banyak kasus salah satu berkas yang sering disepelekan oleh debitur  adalah dokumen nomor pokok wajib pajak (NPWP). Padahal bagi pihak perbankan NPWP sangat penting adanya untuk mengecek kondisi keuangan pemohon kredit.

Salah satu berkas yang penting untuk dianalisa oleh analisis kredit perbankan adalah laporan keuangan bagi debitur perusahaan atau slip gaji agi yang mengajukan permohonan perorangan. Setelah semua berkas masuk barulah pihak analisa akan menganalisnya dan apabila sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada, maka pihak bank akan memutuskan terkait diterima atau tidaknya permohona kredit yang diajukan tersebut.


Belum ada Komentar untuk "Ketahui Cara Kerja Analisis Perbankan Dalam Menilai Permohonan Kredit"

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai topik blog, dilarang berkomentar diluar topik atau mengandung unsur Sara, ujaran kebencian , po*ngr4fi atau tidak Senonoh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel